Teladan Hidup dari Ali bin Abi Thalib dan Fatimah

Posted on

Bagaimana Mereka Itu Hidup?

Kembali ke suatu hari bersama salah seorang sahabat rosulullah yg sangat terpandang dan agung, yakni Ali bin Abi Thalib, bersama isterinya, Fatimah, yg tak lain adalah puteri kesayangan Rosulullah.
Suatu hari Ali bangun tidur bersama isterinya, kemudian mencari makan. Namun tak ada yang bisa dimakan. Dipakainya jubah berlapis bulu binatang karena kota madinah waktu itu sangat dingin sekali, lalu keluar mencari makanan disekeliling kota madinah. Tiba-tiba dia ingat seorang yahudi yang punya kebun, dan segera menemuinya. Ali membuka pintu kebun yang sempit itu, lalu masuk. Dan orang yahudi pun menyapa, “wahai orang badui, kemarilah. (Bantu kami) menimba air. Dari setiap air yang engkau angkat, engkau akan mendapatkan satu biji kurma.” Dan, Ali pun membantunya hingga kedua tangannya bengkak dan badannya lelah. Orang Yahudi itu kemudian memberikan kurma sejumlah timba yang diangkat Ali dari dalam sumur. Ali kemudian pulang membawa kurma tersebut. Di tengah perjalanannya pulang, ia bertemu Rosulullah, dan ia pun memberikan sebagian kurma itu kepada rosulullah. Sisanya ia makan bersama fatimah untuk sehari itu.

Seperti itulah kehidupan mereka. Tapi mereka merasakan rumah mereka penuh dengan kebahagiaan, ketenangan, cahaya dan keriangan. Hati mereka hidup dengan prinsip-prinsip luhur yg diajarkan oleh Rosulullah. Mereka hidup dengan idialisme yang tinggi. Mereka berbuat menurut gerak hati dan jiwa yang suci, sehingga mampu melihat mana yang benar dan mana yang tidak, mana yang harus diamalkan dan mana yang harus dijauhi. Dan, mereka mengetahui nilai sesuatu, hakikat permasalahan, dan apa saja yang ada dibalik setiap permasalahan.

Lalu, dimana kebahagiaan Qarun (dengan harta yang melimpah); dimana kesenangan, kegembiraan, dan ketenangan seorang yang bernama haman? Yang pertama terkubur hidup-hidup, sedangkan yang kedua terkutuk.

[Seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan petani, kemudian tanaman itu menjadi kuning, lalu menjadi hancur.] {QS. AL HADID: 20}

Kebahagiaan itu juga ada dalam diri Bilal, Salman, dan Ammar. Sebab bilal mengumandangkan adzan kebenaran, dan Ammar memenuhi semua janji.

[Mereka itulah orang-orang yang kami terima dari mereka amal baik yang telah dikerjakan, dan kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama-sama dengan penghuni- penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka] {QS. AL-AHQAF: 16}

(Dr. Aidh Al Qarni , La Tahzan)⊇

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *